Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Berau Kembali Diperpanjang
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Berau
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Walau pun sekarang mengalami penurunan kasus positif Covid-19, tapi untuk Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 tetap berlanjut. Berdasarkan
Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 17/2022, status PPKM Level 3
Kabupaten Berau kembali diperpanjang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Berau, Thamrin mengatakan, instruksi tersebut diterima dari pemerintah pusat pada Senin
(14/3) lalu.
Di dalam aturan itu, Thamrin mengungkapkan,
perpanjangan status PPKM Level 3 dimulai Selasa (15/3/22) kemarin hingga Senin
(28/3/22) yang akan datang
"Pengetatatan yang dilakukan sama
seperti sebelumnya. Yang berubah hanya aturan perjalanan dalam negeri. Dimana
bagi yang baru vaksin dosis 1 wajib melampirkan tes PCR (3×24 jam) atau Antigen
(1×24 jam), Sedangkan, bagi yang sudah vaksin 2 atau booster tidak
diwajibkan," ucapnya (15/3/22).
"Statement kami mengenai Inmendagri ini
hanya memperpanjang yang lalu, dimana berakhir Senin (14/3) kemarin. Kemudian,
diperpanjang kembali seiring adanya regulasi itu," sambungnya.
Thamrin menerangkan, pertimbangan pemerintah
pusat kembali memperpanjang status Level 3 di luar Jawa - Bali, termasuk Berau
lantaran jumlah kasus positif per 14 Maret 2022 masih diangka 1.000. Walaupun
angkanya terus menurun. Selain itu, percepatan vaksinasi khususnya booster di
Berau yang masih perlu diakselerasi.
"Memang tidak dapat diduga, apalagi
akselerasi penningkatan kasus positif paling tinggi tahun ini dibanding
2020-2021. Itu yang menjadi faktor, sehingga menurut prediksi kami mungkin dua
atau tiga bulan ke depan bakal kembali normal lagi," terangnya.
Dengan dimulainya pemberlakuan tersebut, pihaknya
tetap menjalankan operasi yustisi kepada beberapa tempat, seperti kafe, rumah
makan, hingga tempat hiburan malam. Operasi itu terus berjalan bahkan sampai
Bulan Ramadan.
"Tetapi, operasi kami ini berupa
himbauan saja, terutama kesadaran protkes, seperti memakai masker dan
pembatasan beberapa persen," jelasnya.
"Sementara, kami terus lihat
perkembangan sampai Bulan Ramadan kami harapkan justru cepat kembali normal,
mengingat kasus terus menurun dan beberapa kecamatan sudah kembali zona
kuning," tambahnya.(sep)